Belajar Investasi Reksadana Termudah Di Sini

14 Jul 2017 12:06
Tags

Back to list of posts

Belajar Investasi Reksa Dana Saham dengan Modal Rp100 ribu, Mau?
edited by • 24 August 2015

Ketika seseorang ingin masuk ke dalam dunia bisnis, penting bagi orang tersebut untuk memahami seluk-beluk bisnis yang akan digeluti. Terlebih bila bisnis nantinya berkaitan dengan investasi. Harus ekstra hati-hati dalam memprediksi pasar jika ingin memanen keuntungan yang signifikan.

Saran yang sama juga ditujukan pada siapa saja yang ingin berinvestasi di reksa dana saham. Seperti investasi saham lainnya, reksa dana saham termasuk jenis investasi dengan risiko paling tinggi. Berbeda dengan produk investasi deposito yang merupakan instrumen investasi dengan risiko yang terbilang kecil, investasi reksa dana saham merupakan yang paling tinggi risikonya dibandingkan investasi reksa dana lainnya. Karena itu, investasi ini lebih dianjurkan untuk orang-orang yang berencana menanamkan modalnya dalam jangka panjang, minimal 5 tahun.

Tingkat risiko ini juga membuat seseorang tidak disarankan berinvestasi secara asal-asalan. Sangat penting mengetahui cara belajar investasi reksadana saham. Bagi yang belum mengenal reksa dana saham, menurut Otoritas Jasa Keuangan, investasi ini merupakan penanaman modal melalui reksa dana menjadi saham-saham yang terdapat di Bursa Efek.

Tingkat risiko sebanding dengan returnnya. Imbal hasil dari reksa dana saham paling tinggi dibandingkan jenis investasi reksa dana lainnya. Ini yang membuat reksa dana saham tampak demikian menggiurkan.

Tingkat risiko itu juga yang membuat banyak orang berpikir bahwa "bermain saham itu wilayahnya para investor profesional". Anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar. Para profesional dulunya juga merupakan investor awam. Melalui pengalaman, akhirnya mereka jadi profesional yang mampu meraih keuntungan besar melalui investasinya.

Reksa dana saham sepertinya menangkap kecenderungan tersebut. Di satu sisi, banyak orang yang ingin mencoba masuk ke bisnis saham. Di sisi lain mereka khawatir dengan risiko kerugian. Reksa dana menawarkan investasi tanpa risiko bagi yang ingin tahu cara belajar investasi reksa dana saham. Bagaimana bisa? Agar lebih jelas, berikut ulasannya.
Baca Juga: Apa Itu Reksadana? Ini Yang Perlu Diketahui
Dengan Modal Awal Rp100 ribu

Modal Saham Rp100 ribu

Modal Saham Rp100 Ribu via teropongbisnis.com

Mereka yang masih pemula di dunia investasi saham tidak perlu khawatir dengan risiko kehilangan dana karena salah prediksi. Reksa dana saham menawarkan kemudahan bagi para calon investor yang ingin tahu cara belajar investasi reksa dana saham. Tidak perlu modal besar untuk memulainya. Hanya dengan modal Rp100 ribu, kita sudah bisa memulai investasi saham di reksa dana.

Kalau mau serius, modal Rp100 ribu memang tidak akan cukup. Perlu waktu lama mendapatkan keuntungan yang berarti. Perhitungan keuntungan dengan modal tersebut tidak akan terlalu besar. Paling tidak, dengan uang itu kita bisa mempelajari mekanisme berbisnis melalui reksa dana saham. Begitu gambaran pastinya sudah didapatkan, kita berani merogoh kocek lebih banyak untuk investasi.
Menggunakan Manajer atau Bermain Sendiri

Manajer Investasi

Anda bisa Menggunakan Jasa Manajer Investasi via thedigitalpm.com

Alasan mengapa tidak perlu pintar di dunia investasi saham, karena kita bisa memilih manajer investasi. Manajer investasi akan membantu sepenuhnya pengelolaan saham para investor. Investor yang sangat awam sekali pun tetap bisa berinvestasi aman dengan bantuan para manajer investasi ini. Manajer investasi dipekerjakan oleh investor. Bila kinerjanya tidak memuaskan, investor dapat menggantinya dengan manajer investasi lain.

Kalau menggunakan manajer investasi dirasa membuat kita kesulitan mempelajari investasi reksa dana saham dengan cepat, atau sudah merasa cukup yakin terjun sendiri, tidak masalah bila tidak menggunakan manajer. Kita tidak perlu membeli saham melalui manajer investasi, namun langsung melalui bank.
Pelajari Cara Kerja Reksa Dana Saham

Cara Kerja Reksa Dana Saham

Ketahui Informasi Seputar Reksa Dana Saham via africanliberty.org

Pertama, dengan modal Rp100 ribu kita sudah bisa menanam saham. Kedua, ada manajer investasi yang akan mengelola saham. Dua kelebihan ini jadi alasan kuat bagi siapa saja untuk mulai berinvestasi di reksa dana saham. Dengan investasi ratusan ribu rupiah, kita bisa belajar seluk beluk bisnis saham.

Walau begitu, ada baiknya jika para investor juga tahu cara kerja investasi reksa dana saham. Jadinya, kita bisa mempelajari strategi investasi saham reksa dana secara lebih efektif. Butuh waktu cukup lama untuk menguasai jenis investasi ini. Bahkan bisa dikatakan, investasi saham membutuhkan pembelajaran terus menerus.

Sebabnya, harga saham bergerak naik turun dengan cepat. Diperlukan pembacaan situasi dan prediksi yang cermat di sini. Prinsip jual beli saham itu sangat sederhana. Harga saham turun, beli. Harga saham naik, jual. Namun, karena naik turunnya cepat, investasi saham menjadi riskan. Salah-salah prediksi, uang malah melayang.

Faktor “intuisi” menjadi sangat penting. Nah, intuisi untuk membaca pergerakan saham tersebut membutuhkan pembelajaran dan pengalaman cukup lama. Secara perlahan, para investor pemula semakin awas dengan naik turunnya harga saham dan paham kapan harus membeli maupun menjual sahamnya.

Cepatnya fluktuasi harga saham membuat investasi semacam reksa dana saham dianjurkan untuk mereka yang berniat melakukan investasi dalam jangka panjang. Paling tidak, investasinya sekitar 5-10 tahun.

Untuk awal, memahami mekanisme dasar investasi reksa dana saham akan membantu para investor pemula. Kalau sudah mendapat gambaran mengenai perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja baik, mereka bisa lebih yakin akan menanamkan uangnya di perusahaan apa. Ini juga akan menjadi awal bagus untuk bermain saham sendiri tanpa bantuan manajer investasi.

Paling tidak, 3 hal di bawah ini perlu dipahami dulu saat hendak berinvestasi reksa dana saham:

1. Perbandingan

Bila tertarik dengan beberapa prospektus, bandingkan dengan cermat terlebih dahulu. Prospektus merupakan dokumen yang memuat informasi mengenai rencana pengembangan sebuah perusahaan. Juga termasuk ke dalam prospektus ini, penawaran perusahaan tentang penjualan saham.

2. Performa

Perhatikan performa reksa dana di periode lalu. Cermati apakah kinerjanya selalu konsisten berada di atas performa indeks pasar. Yang dimaksud indeks pasar, yaitu daftar berisi harga saham. Daftar ini memuat indikator pergerakan harian harga saham setiap perusahaan di Bursa Efek.

3. Pergerakan

Perkirakan pergerakan ekonomi di masa mendatang. Ini bagian paling sulit. Kita perlu mempertimbangkan banyak faktor untuk memprediksi pergerakan ekonomi. Yang itu berarti, diperlukan kejelian dalam menganalisa informasi.
Baca Juga: Reksadana Pasar Uang: Apakah Lebih Untung Daripada Deposito?
Simulasi Investasi Reksa Dana saham

Kalkulasi Keuntungan dan Kerugian Saham

Kalkulasi Keuntungan atau Kerugian yang Didapat via blog.framed.io

Sebelumnya sudah disampaikan, prinsip investasi reksa dana saham sangat sederhana: saham turun, beli; saham naik, jual. Agar lebih jelas, berikut diberikan sebuah ilustrasi.

Setelah melakukan berbagai pertimbangan, kita akhirnya membeli saham di PT. Selalu Untung sebanyak 3000 lembar. Harga per lembarnya sebesar Rp1.500. Dengan harga saham tersebut kita menanamkan modal sebesar Rp4,5 juta.

Setelah menunggu beberapa bulan, harga saham perusahaan PT. Selalu Untung rupanya naik menjadi Rp2.000 per lembar. Dengan selisih Rp500 per lembar, kita berpikir ini merupakan kesempatan untuk menjual saham. Bila 3.000 lembar saham milik kita dijual, perhitungan keuntungannya sebagai berikut:

Harga jual saham – Dana investasi = (3.000 x Rp2.000) – Rp4.500.000

Rp6.000.000 – Rp4.500.000 = Rp1.500.000

Perhitungan keuntungan di atas masih belum bersih. Ada beberapa jenis biaya yang perlu dibayarkan oleh investor bila berinvestasi di reksa dana, yaitu:

Subscriptionfee, yaitu biaya pembelian atas unit penyertaan
Redemptionfee, yaitu biaya penjualan kembali atas unit penyertaan
Switchingfee, yaitu biaya pengalihan atas unit penyertaan

Ilustrasi di atas tentunya hanya contoh. Harga yang diprediksikan naik malah turun. Perubahan harga ini bisa berlangsung sangat cepat. Bukan hanya performa perusahaan yang mempengaruhi naik turunnya saham. Masalah-masalah eksternal seperti masalah politik dalam maupun luar negeri sangat mungkin membuat harga saham anjlok tiba-tiba. Bisa juga harga saham tidak beranjak sama sekali selama beberapa waktu. Hal-hal seperti ini bisa membuat kita gregetan dan tidak sabar ingin menjual saham.

Karena itu, banyak yang menganjurkan agar penanaman modal dimaksudkan untuk jangka waktu yang lama. Dengan begitu, tren naik turunnya harga bisa diawasi. Akhirnya, investor tidak akan menderita kerugian besar karenanya.
Tetapkan Target

Naik turunnya harga saham yang sangat cepat inilah yang membuat kita perlu konsisten. Tetapkan target investasi sejak awal. Jika harga saham sudah naik sesuai dengan target kita, segera jual. Tidak masalah jika masih ingin menunggu, asalkan memang kita sudah benar-benar telah memperhitungkan dengan cermat.

Terutama bagi pemula yang ingin tahu lebih banyak mengenai cara belajar investasi reksa dana saham. Tidak harus menunggu sampai bertahun-tahun baru menjual saham. Tidak masalah mendapatkan selisih keuntungan kecil di awal. Seiring waktu kita akan lebih jeli, kapan saham perlu dibeli dan kapan harus menjualnya kembali.

Comments: 0


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License