Jual Rumah Jawa

08 May 2018 17:21
Tags

Back to list of posts

Arsitektur Tradisional Omah Adat Jawa
Arsitektur Tradisional Omah Adat Jawa | Foto artikel Arsitag

Rumah tradisional Jawa, atau biasa disebut sebagai omah adat Jawa, mengacu pada rumah-rumah tradisional di pulau Jawa, Indonesia. Arsitektur rumah Jawa ditandai dengan adanya aturan hierarki yang dominan seperti yang tercermin pada bentuk atap rumah. Rumah tradisional Jawa memiliki tata letak yang sangat mirip antara satu dengan lainnya, tetapi bentuk atap ditentukan pada status sosial dan ekonomi dari pemilik rumah.

Arsitektur tradisional rumah Jawa banyak dipengaruhi oleh arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dan juga sangat berkontribusi pada perkembangan arsitektur modern di Indonesia pada abad ke-20.

Rumah Joglo (Sumber: www.wovgo.com)Rumah Joglo (Sumber: www.wovgo.com)

Sejarah
45 Desain Rumah Joglo Khas Jawa Tengah

45 Desain Rumah Joglo Khas Jawa Tengah - Indonesia adalah negara yang besar, negara yang terdiri dari ratusan ribu pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap daerah di Indonesia juga memiliki kebudayaannya masing-masing sebagai identitas suatu daerah, suatu pulau, atau satu suku, yang belum tentu sama dengan daerah lainnya. Budaya atau adat yang ada di suatu daerah dapat dilihat dengan jelas dari mulai hal-hal kecil seperti pakaian adat yang digunakan, bahasa daerah dengan logatnya yang unik, ataupun dari rumah penduduknya. Uniknya di Indonesia, setiap provinsi memiliki rumah adat yang berbeda-beda, dan salah satu yang cukup terkenal adalah rumah joglo khas provinsi Jawa Tengah.

Dalam adat jawa, rumah joglo bukan hanya dipandang sebagai hunian saja. Lebih dari itu, rumah joglo adalah suatu simbol bagi masyarakat jawa. Di rumah joglo, setiap bagian rumah memiliki simbol dan arti seperti contohnya, kerangka rumah joglo atau yang biasa disebut dengan soko guru. Jika diamati ada empat pilar utama yang digunakan sebagai penyangga rumah. Pilar-pilar utama ini melambangkan empat arah mata angin yaitu barat, timur, utara, dan selatan.

Selain itu, sama seperti kebanyakan rumah adat lainnya di Indonesia, rumah joglo juga bisa dijadikan acuan untuk menakar status sosial seseorang. Meski diakui sebagai rumah adat khas Jawa Tengah, namun tidak semua masyarakat jawa memiliki desain rumah joglo. Rumah joglo biasanya hanya dimiliki oleh para priyayi atau keturunan bangsawan saja. Umumnya tampilan rumah joglo terlihat sederhana, namun kerumitan dalam bahan baku serta pembuatan menjadikan proses rumah joglo khas Jawa Tengah ini memakan banyak waktu juga biaya.
Orang jawa memiliki kekerabatan yang dekat dengan bangsa Austronesia. Relief di Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 juga menunjukkan bahwa rumah Jawa merupakan pola dasar dari rumah Austronesia. Kedatangan orang Eropa pada abad 16 dan 17 memperkenalkan batu dan batu bata dalam konstruksi rumah, yang banyak digunakan oleh orang-orang kaya. Bentuk rumah tradisional Jawa juga mulai mempengaruhi perkembangan arsitektur Kolonial Belanda di Indonesia. Pada awal abad ke 19, rumah Hindia Belanda dibuat menyerupai rumah Jawa karena bentuk rumah yang mampu melawan panas tropis dan hujan lebat, namun tetap mampu mengalirkan udara di bagian dalam rumah.

Rumah Limasan dengan gaya Kontemporer (Sumber: pinterest.com)Rumah Limasan dengan gaya Kontemporer (Sumber: pinterest.com)

Hierarki Atap Rumah

Sesuai dengan struktur masyarakat Jawa dan tradisinya, rumah-rumah tradisional Jawa diklasifikasikan menurut bentuk atap mereka dari yang terendah ke tertinggi, yaitu Kampung, Limasan, dan Joglo.

Contoh model rumah kampung (Sumber: gambarrumahideal.blogspot.co.id)Contoh model rumah kampung (Sumber: gambarrumahideal.blogspot.co.id)

Rumah Kampung. Atap rumah Kampung diidentifikasikan sebagai rumah dari rakyat biasa. Secara struktural, atap Kampung adalah atap yang paling sederhana. Atap puncak rumah Kampung bersandar pada empat tiang tengah dan ditunjang oleh dua lapis tiang pengikat. Bubungan atap didukung penyangga dengan sumbu Utara-Selatan yang khas. Struktur ini dapat diperbesar dengan melebarkan atap dari bagian atap yang ada.

Comments: 0


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License